Tuesday, May 19, 2020

Mengapa Harga Domain .ID Lebih Mahal dari Domain .COM?



ElectronicSolution.co.id - Tidak dipungkiri lagi, nama domain merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembuatan sebuah blog atau website. Nama domain berperan sebagai pengganti IP Address tempat kita menyimpan file website sehingga lebih mudah bagi pengguna untuk menghapal jika ingin berkunjung ulang dimasa yang akan datang.

Pada prnsipnya, nama domain dibedakan menjadi dua bagian, yakni domain gratisan dan domain berbayar. Untuk tipe domain yang pertama atau domain gratisan, biasanya mengandung ekstensi yang kurang populer atau bahkan memiliki akhiran merek yang biasa kita sebut sebagai subdomain. Contoh dari domain gratisan adalah ekstensi .TK, .CO.VU, .CC, dan beberapa subdomain dari platform blogging semacam blogspot.com, wordpress.com, blogs.com, wix.com, dan lain sebagainya.


Nama domain gratisan sangat cocok digunakan oleh bagi para pemula yang baru belajar mengenal website, sementara jika ingin memiliki website profesional sebaiknya menggunakan nama domain berbayar agar lebih aman dan elegan. Lantas, apa saja contoh domain berbayar itu?

Kebalikan dari nama domain gratisan, domain berbayar memiliki lebih banyak ekstensi yang bisa digunakan. Tipe domain yang paling populer yakni .COM dimana saat ini tercatat sudah memiliki lebih dari 13 juta pengguna terdaftar dari seluruh dunia.

Banyaknya pilihan ekstensi domain berbayar yang tersedia tak lain juga disebabkan oleh variasi harga sewa yang sangat beragam. Untuk harga domain .COM misalnya, saat artikel ini dibuat rata-rata registrar di Indonesia mematok sebesar Rp110 ribu s/d Rp140 ribu. Sementara untuk domain lokal .ID dibanderol sebesar Rp190 ribu s/d Rp250 ribu pertahun.

Mengapa harga domain .ID lebih mahal dari domain .COM?

 


Jika dilihat berdasarkan harga terkini, nama domain lokal .ID memang hampir dua kali lipat dari biaya sewa domain .COM. Namun, sebenarnya harga domain .ID sendiri cenderung sudah mengalami penurunan harga dibandingkan pada saat rilis pertama kali bulan Juni 2014 silam.

Saat dirilis pertama, harga domain .ID awalnya dipatok sebesar Rp2,500,000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah) untuk akuisisi awal. Bayangkan, betapa mahalnya harga domain saat itu yang jika dibandingkan dengan harga sekarang mencapai 10 kali lipatnya. Seiring waktu berjalan, harga domain .ID cukup fluktuatif menyesuaikan kebutuhan. Harga paling rendah yang pernah kami temukan ada di kisaran Rp49 ribu unuk satu tahun pertama, namun itu tidak berlaku untuk semua registrar, melainkan hanya satu atau dua registrar besar yang berambisi mengakusisi pangsa pasar domain .ID.

Faktor Dbalik Penentuan Harga Domain Mahal


Sebagai informasi, pengelolaan nama domain sendiri memerlukan biaya yang lumayan tinggi karena harus menjembatani banyak jaringan Internet Service Provider yang mencoba masuk. Kendati demikian, kita dapat melakukan break down terkait faktor-faktor yang bisa mempengaruhi penentuan SRP harga domain.

1. Biaya Modal dan Operasional


Seperti halnya perusahaan, PANDI selaku pihak pengelola domain .ID juga memerlukan biaya modal untuk membangun ekosistem penunjang kinerja domain yang mumpuni. Setelah itu, mereka juga membutuhkan biaya operasional dalam menunjang kinerja agar semakin optimal.

2. Besar Keuntungan yang Ingin Didapatkan


Ya, pengelola domain juga tidak ada bedanya dengan penjual pada umumnya. Bisnis ini mererapkan sistem untung dan rugi, laba atau defisit yang harus ditentukan. Semakin mahal harga domain tentu semakin tinggi pula laba yang masuk ke kantong pengelola

3. Jumlah Pengguna Domain


Perlu diketahui, angka total pengguna domain .ID sendiri saat ini masih kalah telak dengan pengguna domain .COM. Padahal keduanya memerlukan biaya pengelolaan serta modal yang hampir sama besarnya, jadi jumlah domain yang dkelola sangat menentukan harga sewa karena yang menanggung iuran setiap tahun lebih banyak.

Selain ketiga faktor dasar di atas, ada pula beberapa alasan lain yang menjadi penyebab domain .ID lebih mahal dari domain .COM, misalnya seperti:

1. Biaya Promosi

2. Biaya ICANN

3. Biaya Pajak

4. Biaya Riset dan Pengembangan

5. Biaya Escrow

6. Dan lain sebagainya.

Bagaimana? Apakah sudah cukup jelas terkait alasan mengapa harga domain .ID lebih mahal daripada domain .COM? Jika Anda ingin beli domain murah untuk kebutuhan website maupun alamat email, salah satu registrar terpercaya yang kerap kali memberikan promo adalah Qwords.com. Perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun 2005 ini juga sudah mengantongi label Accredited Registrar domain .ID dari PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia) jadi proses registrasi domain Anda bisa lebih cepat dan aman.

Semoga bermanfaat.



EmoticonEmoticon